1.
٩١ــ
أتَانِى آتٍ مِنْ عِنْدِ رَبِّى عَزَّوَجَلَّ فَقَال: مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ مِنْ أُمَّتِكَ
صَلَاةً كتَبَ اللهُ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ، وَمَحَاعَنْهُ عَشْرَسَيِّئَاتٍ٬
وَرَفَعَ لَهُ عَشْرَدَرَجَاتٍ، وَرَدَّ عَلَيْهِ مِثْلَهَا (حم) عَن أبِي طَلْحَةَ
(صح)ـ
91-
Telah datang kepadaku seorang utusan dari
Tuhanku `azza wa jalla dan berkata: Apabila umatmu ada yang bershalawat
kepadamu sekali saja maka sebab shalawat tersebut Allah akan mencatat untuknya
sepuluh kebaikan, menghapuskan darinya sepuluh keburukan, mengangkat untuknya
sepuluh derajat dan membalas untuknya seperti shalawatnya. (HR Ahmad dari Abu Thalhah. SHAHIH)
Shalawat kepada
Nabi boleh menggunakan kalimat apa saja yang pantas untuknya, tetapi jika
menggunakan kalimat yang sesuai hadits shahih maka itu lebih utama seperti
bacaan shalawat اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد
. Pada hakekatnya shalawat itu bukan hanya satu kebaikan saja tetapi merupakan
kumpuan kebaikan yang berpahala sepuluh kali lipat, tujuhratus kali lipat
hingga tidak terhingga. Bukanlah dalam bacaan shalat itu terkandung pembaharuan
iman kepada Allah, pengakuan risalah, mengagungkan Allah, meminta kemuliaan
kepada Allah, iman kepada hari akhir, dzikir, mengagungkan dzikir, menunjukan
rasa cinta, merendahkan diri dalam berdoa, mengakui semua milik Allah, Nabi
tetaplah membutuhkan Allah.
٨٨١٠ــ
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وَحَطَّ عَنْهُ
عَشْرَسَيِّئَاتٍ٬ وَرَفَعَ لَهُ عَشْرَدَرَجَاتٍ (حم خد ن ك) عن أنس (صح)ـ
8810-
Barangsiapa bershalawat atasku sekali maka Allah
memberinya sepuluh shalawat, dan menghapus darinya sepuluh kesalahan. dan
mengangkatnya sepuluh derajat. (HR.
Ahmad. Bukhari dalam At-Tarikh, Nasaa-i, dan Hakim dari Anas. SHAHIH)
Barangsiapa
bershalawat (memintakan keagungan kepada Allah SWT) kepadaku sekali (saja) maka
Allah SWT (akan memberikan sepuluh rahmat dan melipatgandakannya hingga tidak
terhingga, dan menghapuskan darinya sepuluh kesalahan (dosa), dan meninggikan
untuknya sepuluh derajat lebih tinggi di surga. Dalam hadits Imam Ahmad
disebutkan Allah dan Malaikat memberikan tujuh puluh shalawat (rahmat, ampunan,
atau keagungan).
٨٨٠٩ــ
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا (حم م ٣) عن أبي
هريرة (صح)ـ
8809-
Barangsiapa membaca shalawat atasku sekali maka
Allah akan memberikan sepuluh shalawat kepadanya karena shalawat tersebut.
(HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasaa-i
dan Ibnu Majah dari Abu Ayyub. SHAHIH)
Barangsiapa
membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sekali maka Allah akan membalasnya
dengan rahmat, kebaikan, dan keutamaan-keutamaan yang sangat banyak sesuai
dengan ilmu Allah SWT, tidak hanya sepuluh saja.
٨٠٧٤ــ
مَامِنْ عَبْدٍ يُصَلِّى عَلَيَّ إِلَّا صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ مَادَامَ
يُصَلِّى عَلَيَّ، فَلْيُقِلَّ الْعَبْدُ مِنْ ذَلِكَ أَوْ لِيُكْثِرْ (حم ه والضياء)
عن عامر بن ربيعة (صح)ـ
8074-
Tiada seorang hambapun bershalawat kepadaku
melainkan para malaikat bershalawat kepadanya selama dia bershalawat kepadaku.
Maka (silahkan saja, apakah dia akan) menyedikitkan membaca shalawat atau
memperbanyak (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan
Dhiyaa dari Amir bin Rabi`ah. SHAHIH)
Ketika kita
membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW maka para Malaikat membaca shalawat
(memohon ampun) untuk kita, oleh karena itu perbanyaklah membaca shalawat Nabi
agar para Malaikat banyak membaca shalawat (memohonkan ampun) untuk kita. Dan
janganlah sekitik bershalawat kepada Nabi SAW.
٦١٦٢ــ
قُوْلُوا: أَللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ
عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. أللهُمَّ
بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ (حم ق د ن ه) عن كعب بن عجرة (صح)ـ
6162-
Katakanlah: "Ya Allah, berilah rahmat atas Muhammad
dan atas keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat atas
Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha
Agung. Ya Allah, berilah keberkahan atas Muhammad dan kelurga Muhammad
sebagaimana telah Engkau berikan keberkahan atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim,
sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung". (HR Ahmad, Bukhari,
Muslim, Abu Dawud, Nasaa-i dan Ibnu Majah dari Ka`b bin `Ujrah. SHAHIH)
٣١٩٤ــ
الْبَخِيْلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ (حم ت ن حب ك) عن الحسين
(صح)ـ
3194-
Orang kikir adalah orang yang apabila aku
disebut disisinya kemudian dia tidak bershalawat atasku. (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasaa-i, Ibnu Hibban dan Hakim
dari Husain. SHAHIH)
Orang bakhil /
kikir yang benar-benar sempurna kebakhilannya adalah orang yang apabila
mendengar nama Nabi Muhammad SAW atau sifat-sifatnya atau sesuatu yang
berhubungan dengannya disebut atau didengarnya kemudian dia tidak membaca
shalawat atas Nabi SAW. Sesungguhnya dia bakhil terhadap dirinya sendiri, ya...
dai tidak mau sepuluh rahmat dari Allah yang akan dia terima apabila dia
bershalawat ketika nama Nabi SAW disebut.
٥٠٣٣ــ
صَلُّوْا عَلَيَّ واجْتَهِدُوا فِى الدُّعَاءِ، وَقُوْلُوا: اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ كَمَا
بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ (حم
ن وابن سعد وسمويه والبغوي والباوردي وابن قانع طب) عن زيد بن خارجة (صح)ـ
5033-
Bershalawatlah kalian atasku dan
bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa, ucapkanlah oleh kalian:
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، وَبَارِكْ
عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآلِ إِبْرَاهِيْمَ
إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
"Ya Allah berilah shalawat atas
Muhammad dan atas keluarga Muhammad, dan berilah berkah atas Muhammad dan
keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada
Ibrahim dan keluarga Ibrahih, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. (HR. Ahmad, Nasaa-i, Ibnu Sa`d, Samwaih, Baghawi, Barudi, Ibnu Qani, dan
Thabrani dari Zaid bin Kharijah. SHAHIH)
Wajib membaca shalawat kepada Nabi SAW di dalam shalat setelah tasyahud,
contohnya cukup membaca اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ , dan berdoalah dengan sungguh - sungguh minta kebaikan di
dunia dan akherat. Tetapi jika kalian ingin membaca bacaan shalawat yang lebih
sempurna maka ucapkanlah
اللّهُمَّ
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
٨٦٨٠ــ
مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلْيُصَلِّ عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ مَرَّةً
وَاحِدَةً، صَلَّى اللهُ عَلَيْه عَشْرًا (ت) عن أنس (صح)ـ
8680-
Barangsiapa aku disebut disisinya maka
bershalawatlah atasku, karena sesunguhnya barangsiapa yang bershalawat kepadaku
sekali saja maka Allah akan memberi shalawat kepaanya sepuluh. (HR. Tirmidzi dari Anas. SHAHIH)
Shalawat kita
kepada Nabi SAW adalah permohonan kita kepada Allah SWT agar Nabi SAW
kemuliannya tetap kekal dan bertambah-tambah. Sedangkan shalawat Allah SWT
adalah rahmat Allah SWT yang berlipat ganda kepada kita karena membaca shalawat
kepada Nabi SAW. Oleh karena itu maka rugilah atau celakalah orang-orang yang
tidak membaca shalawat kepada Nabi ketika nama beliau disebut karena tidak mendapatkan
rahmat Allah yang berlipat ganda.
٣٧٦٨ــ
حَيْثُمَا كُنْتُمْ فَصَلُّوْا عَلَيَّ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ تَبْلُغُنِى (طب) عن الحسن
بن على (ح)ـ
3768-
Dimanapun kalian berada maka bershalawatlah,
karena sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku. (HR. Thabrani dari Husain bin Ali. HASAN /SHAHIH)
Shalawat tersebut
sampai kepada Nabi SAW dengan dibawa oleh para Malaikat yang bertugas
membawanya atau Nabi sendiri yang menyaksikan shalawat-shalawat tersebut karena
sesungguhnya jiwa-jiwa yang suci ketika telah lepas dari keterikatannya dengan
jasad akan naik dan berkumpul dengan malaul a`la dan tidak ada hijab diantara
mereka sehingga bisa melihat segalanya. Anjuran membaca shalawat ini gugur pada
tempat-tempat yang dilarang dzikir kepada Allah SWT seperti di kamar kecil atau
WC.
٢٤٨٠ــ
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ
قُبِضَ، وَفِيْهِ النَّفْخَةُ، وَفِيْهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثِرُوْا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ
فِيْهِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوْضَةٌ عَلَيَّ، إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ
أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ (حم د ن ه حب ك) عن أوس بن أوس (ح)ـ
2480-
Sesungguhnya hari jumat adalah hari paling utama
dari hari-hari kalian, padanya Adam diciptakan, padanya Adam dicabut, padanya
tiupan (sangkakala), padanya kematian (seluruh makhluk kelak), oleh karena itu
kalian perbanyaklah membaca shalawat atasku pada hari jum`at, karena
sesungguhnya shalawat kalian ditunjukan kepadaku. Sesungguhnya Allah
mengharamkan tanah memakan jasad para Nabi. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasaa-i, Ibnu Hibban, Ibnu Majah dan Hakim dari
Aus bin Aus. HASAN/SHAHIH)
Hari jumat
merupakan hari paling utama, tanda kemuliannya diantaranya adalah pada hari
jum`at terjadi peristiwa-peristiwa penting dan mulia seperti hari diciptakannya
Nabi Adam As, hari wafatnya Nabi Adam As, hari kematian serentak seluruh mahluk
hidup pada hari kiamat,terkecuali yang Allah kehendaki lain, hari
dibangkitkannya semua mahluk yang dikehendaki-Nya. Karena kemulian hari
tersebut maka bacalah shalawat kepada Nabi SAW untuk memulikannya dan
memuliakan hari jum`at. Karena shalawat pada malam dan hari jum`at langsung
ditunjukan kepada Nabi SAW sebagaimana kita menunjukan dan memberikan hadiah
kepada seseorang. Sebagian sahabat ada yang bertanya, bagaimana mungkin shalawat
kami ditunjukan kepada Nabi SAW padahal beliau telah hancur dimakan tanaha?,
maka Nabi SAW menjawab, "Sesungguhnya Allah mengharamkan tanah memakan
jasad para Nabi". Jika demikian maka tentu saja bisa melihat, mendengar
dan menerima shalawat yang kita lakukan.
١٤٠٢ــ
أَكْثِرُوْا ٱلصَّلَاةَ عَلَيَّ فِى اللَّيْلَةِ الْغَرَّاءِ وَالْيَوْمِ الْأَزْهَرِ
فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ تُعْرَضُ عَلَىَّ (هب) عن أبى هريرة (عد) عن أنس (ص) عن الحسن
وخالد بن معدان مرسلا (ح)ـ
1402-
Perbanyaklah membaca shalawat atasku di malam Al-Gharraa` (malam jumat)
dan hari al-Azhar (hari jumat) karena sesungguhnya shalawat kalian
ditunjukan kepadaku. (HR. Baihaqi dalam Syu`abul Iman dari Abu Hurairah.
Riwayat Ibnu Adi dari Anas. Riwayat Sa`id bin Mansur dari Hasan dan Khalid bin
Ma`dan secara mursal. HASAN)
Perbanyaklah
membaca shalawat di malam jumat (Al-Lailah Al-Gharraa` ) dan hari
jumat (Al-Yaum Al-Azhar). Mendahulukan malam daripada hari (siang)
karena malam lebih dahulu wujud daripada siang. Malam jumat dinamakan malam al-grarraa`
karena banyaknya Malaikat di malam tersebut yang bagaikan cahaya. Dan dinamakan
hari al-azhar karena hari jumat merupakan hari paling utama dalam satu
minggu.
١٤٠٣ــ أَكْثِرُوْا مِنَ ٱلصَّلَاةِ عَلَيَّ فِى يَوْمِ
الجُمُعَةِ فَإِنَّهُ يَوْمٌ مَشْهُوْدٌ تَشْهَدُهُ الْمَلَائِكَةُ، وَإِنَّ أَحَدًا
لَنْ يُصَلِّى عَلَىَّ إِلَّاعُرِضَتْ عَلَيَّ صَلَاتُهُ حَتَّى يَفْرُغُ مِنْهَا
(ه) عن أبى الدَرداء (ح)ـ
1403-
Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari jumat karena sesungguhnya ia
adalah hari kesaksian yang disaksikan para Malaikat. Dan sesungguhnya seseorang
tidaklah membaca shalawat kapadaku terkecuali diperlihatkannya kepadaku sampai
ia selesai membacanya. (HR. Ibnu Majah dari Abu Darda`. HASAN)
١٤٠٤ــ
أَكْثِرُوْا مِنَ ٱلصَّلَاةِ عَلَيَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمْعَةِ فَإِنَّ صَلَاةَ أُمَّتِى
تُأْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةِ،
فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً كَانَ أَقْرَبُهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً
(هب) عن أبى أمامة (ح)ـ
1404-
Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di setiap hari jumat karena sesungguhnya
shalawat umatku akan diperlihatkan kepadaku di setiap hari jumat. Barangsiapa
yang paling banyak membaca shalawat kepadaku maka ia menjadi orang yang paling
dekat tempatnya denganku. (HR. Baihaqi dalam Syuabul Iman dari Abu Umamah. HASAN)
١٤٠٥ــ
أَكْثِرُوْا مِنَ ٱلصَّلَاةِ عَلَيَّ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةِ الْجُمُعَةِ،
فَمَنْ فَعَلَ ذلِكَ كُنْتُ لَهُ شَهِيْدًا وَشَافِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ (هب) عن
أنس (ح)ـ
1405-
Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku di hari jumat dan malam jumat, maka
barang siapa yang mengerjakan hal tersebut maka aku akan menjadi saksinya dan
memberikan syafaat di hari kiamat. (HR. Baihaqi dalam Syuabul Iman dari Anas.
HASAN)
Nabi
saw akan menjadi saksi (syahiidan) orang – orang yang memperbanyak
membaca shalwat pada hari dan malam jumat sehingga mereka berhak mendapatkan
kemuliaan dan kedudukan yang tinggi di hari kiamat. Selain itu Nabi saw juga
kan memberikan syafaat yang super special kepada mereka.
٥١٩١ــ
الصَّلَاةُ عَلَيَّ نُوْرٌ عَلَى الصِّرَاطِ فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ
ثَمَانِيْنَ مَرَّةً غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوْبُ ثَمَانِيْنَ عامًا (الأزدي فى الضعفاء،
قط فى الأفراد ) عن أبى هريرة (ض)ـ
5191-
Shalawat atasku adalah cahaya pada shirath, Barangsiapa yang bershalawat
kepadaku di hari jumat delapan puluh kali maka diampuni dosa-dosanya selama
delapan puluh tahun. (HR Azdi dalam adh-Dhu`afaa dan Daraquthni dalam Al-Afraad
dari Abu Hurairah. DHAIF)
Membaca
shalawat kepada Nabi saw bisa menjadi sebab kita mendapatkan cahaya di shirath,
mendapatkan keselamatan pada hari kiamat, dan mendapatkan rahmat dari Allah
swt.
٤٤٥٩ــ
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ، وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ
دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ إِنْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ، وَرَغِمَ أَنْفُ
رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرُ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ (ت ك)
عن أبى هريرة (صح)ـ
4459-
Semoga tersungkur di tanah hidung orang yang aku disebut di sisinya lalu ia
tidak membaca shalawat untukku. Semoga tersungkur di tanah hidung orang yang masuk
bulan Ramadhan kemudian (bulan itu) berakhir sebelum ia diampuni dosanya.
Semoga tersungkur di tanah hidung orang yang menjumpai kedua orang tuanya
menjadi tua di sisinya, lalu keduanya tidak membuatnya masuk surga. (HR.
Tirmidzi dan Hakim dari Abu Hurairah. SHAHIH)
Maksudanya,
sangat rugi dan hina orang yang mendengar nama Nabi saw disebut lalu dia tidak
membaca shalawat kepada Nabi saw. Bagaimana tidak hina dan rugi, karena hanya
dengan mengucapkan empat kalimat (shalawat) dia akan mendapatkan sepuluh rahmat
dari Allah swt, diangkat sepuluh derajat, dihapus sepuluh kesalahan. Tetapi dia
malah meninggalkan (shalawat) dan menempatkan diri sebagai orang yang kurang
hormat kepada Nabi saw.
٨٦٧٨ــ
مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ فَقَدْ شَقِيَ (ابن السنى) عن جابر
(ح)ـ
8678-
Barangsiapa aku disebut di sisinya lalu ia tidak membaca shalawat atasku maka
ia benar – benar malang. (HR. Ibnu Sunni dari Jabir. HASAN)
Malang
karena dia menghalangi dirinya sendiri mendapatkan keutamaan membaca shalawat
yang bisa mendekatkannya ke surga dan menjauhkannya dari neraka.
٨٦٧٩ــ
مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَخَطِئَ الصَّلَاةَ عَلَيَّ خَطِئَ طَرِيْقَ الْجَنَّةِ (طب)
عن الحسين (ح)ـ
8678-
Barangsiapa aku disebut di sisinya lalu dia salah (meninggalkan membaca) shalawat
atasku maka dia benar-benar telah salah jalan menuju surga. (HR. Thabrani dari
Husain. HASAN)
٨٨١١ــ
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ حِيْنَ يُصْبِحُ عَشْرًا وَحِيْنَ يُمْسِىَ عَشْرًا أَدْرَكَتْهُ
شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ (طب) عن أبى الدرداء (ح)ـ
8811-
Barangsiapa bershalawat atasku di waktu pagi sepuluh kali dan di waktu sore
sepuluh kali maka ia tercapai oleh syafaatku di hari kiamat. (HR. Thabrani dari
Abu Dardaa`. HASAN)
٨٨١٣ــ
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلَاةً كَتَبَ اللهُ لًهُ قِيْرَاطًا، وَالقِيْرَاطُ مِثْلُ أُحُدٍ
(عب) عن على (ح)ـ
8813-
Barangsiapa bershalawat atasku satu kali shalawat maka Allah akan menulis
untuknya (pahala) satu Qiiraath. Dan satu Qiiraath itu seperti
gunung uhud. (HR. Abdurrazzaq dari Ali. HASAN)
٦٣٠٣ــ كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوْبٌ حَتَّى يُصَلَّى عَلَى
النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم (فر) عن أنس (هب) عن على موقوفا (ض)ـ
6303- Setiap
doa dihalangi sampai dibacakan shalawat kepada Nabi SAW. (HR. Dailami dari Anas
dan Riwayat Baihaqi dari Ali dengan mauquf. DHAIF / HASAN)
Doa tidak akan diangkat kepada Allah swt
sehingga dibacakan shalawat Nabi SAW. Allah swt berkuasa menerima atau menolak
sebagian doa. Shalawat adalah salah satu syarat dalam doa. Doa adalah ibadah,
dan ibadah tanpa memenuhi syarat – syaratnya tidak sah.