Laman

Rabu, 18 September 2019

Kitab Al-Jami Ash-Shaghir hadits nomor 06573 (Doa ketika sakit)

 

٦٥٧٣ــ كَانَ إِذَا اشْتَكَى نَفَثَ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَمَسَحَ عَنْهُ بِيَدِهِ (ق د ه) عن عائشة (صح)ـ

          6573- Apabila beliau mengeluh sakit, beliau meniupkan al-mu`awwidzaat atas dirinya dan mengusap dari (tiupan) itu dengan tangannya. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah dari `Aisyah. SHAHIH)

          Apabila Nabi SAW sakit maka beliau membaca surat Al-Ikhlash, Al-`Alaq, dan An-Nas dan meniupkannya kepada dirinya dengan tiupan basah, meniupkan kepada tangannya dan mengusapkannya kepada dirinya.

          Faidah tiupan diantaranya adalah tabarruk (mencari berkah) dari percikan air ludah atau angin nafas yang yang telah bersentuhan (menyatu) dengan dzikir seperti tabarruk dengan air yang bersatu dengan tulisan dzikir.

Pada perbuatan tersebut juga ada tafaul (perkataan baik atau husnuzhan) hilangnya sakit dan terpisahnya penyakit seperti hilang dan terpisahnya angin dan percikan air ludah.

Apabila seseorang memabaca Al-Mu`awwidzaat atau yang lainnya maka dada dan ruhnya penuh dengan cahaya bacaan tersebut, kemudian cahaya tersebut dikeluarkan dengan bantuan tiupan ruhani dengan harapan menerangi tubuh yang sakit sehingga menjadi obat sakitnya.[1]



[1] Jaami`ush Shaghiir 6573. Faidhul Qadiir penjelasan hadits 6573.

=

Kitab Al-Jami Ash-Shaghir hadits nomor 06573 (Doa ketika sakit)

كَانَ إِذَا اشْتَكَى نَفَثَ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، وَمَسَحَ عَنْهُ بِيَدِهِ

Artinya
Apabila beliau mengeluh sakit maka beliau meniupkan mu`awwidzaat (tiga surat terakhir Al-Qur`an), dan mengusapkan dengan tangannya ke bagian yang sakit.

[HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah SHAHIH]

Penjelasan
Apabila beliau mengeluh sakit maka beliau membaca surat mu`awwidzaat ( al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas) ada pula yang memahami atau juga surat-surat yang sejenis dengannya. Kemudian meniupkan ke kedua telapak tangannya dengan tiupan yang basah, kemudian mengusap bagian yang sakit dengan kedua tangannya tersebut.

Sumber
-Imam Suyuthi. 2016. Al-Jami  Ash-Shaghir fi Ahadits al-Basyir an-Nadzir. Kairo: Darul Hadits. hlm.451  hadits nomor 06573
- Imam Suyuthi. 1995. AL-Jami Ash-Shaghir fi Ahadits al-Basyir an-Nadzir. Jilid IV. Terjemahan oleh Nadjih Ahjad. Surabaya: PT. Bina Ilmu. hlm.182. hadits nomor.06529
- Al-Albani. Muhammad Nashiruddin. 2014. Shahih Al-Jami` Ash-Shaghir wa Ziyadah.  Terjemahan oleh Abu Muqbil Ahmad Yuswaji.  Jakarta: Pustaka Azzam. cet.2., Jilid. III, Hlm.373. hadits nomor.04673.
-Al-Munawi. Imam Abdurrouf. 2010. Faidhul Qodir Syarah Al-Jami' Ash-Shaghir. Kairo: Dar El-Hadits. Jilid.VI. hlm.411. hadits nomor 06573.
- Ash-Shan`ani. Imam Ash-Shan'ani. 2011. At-Tanwir Syarah al-Jami’ ash-Shaghir. Riyadh: Darus Salam, cet.1. Jilid VIII. Hlm.. hadits nomor .

Sumber
Imam Suyuthi. 2016. Jami’us Shaghir fi Ahadits al-Basyir an-Nadzir. Kairo: Darul Hadits. hlm.451. hadits nomor 06573
BOLEH DICOPY UNTUK DAKWAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar