Laman

Sabtu, 31 Maret 2018

Membaca Kitab Riyadhus Shalihin رِيَاضُ الصَّالِحِيْنَ مِنْ كَلَامِ سَيِّدِالْمُرْسَلِيْنَ

===
رِيَاضُ الصَّالِحِيْنَ مِنْ كَلَامِ سَيِّدِالْمُرْسَلِيْنَ

Imam An-Nawawi. tth. Riyadhus Shalihin min Kalam Sayyid al-Mursalin. Indonesia: Pustaka Islam

Kitab:  Riyadhus Shalihin min Kalam Sayyid al-Mursalin [ رِيَاضُ الصَّالِحِيْنَ مِنْ كَلَامِ سَيِّدِالْمُرْسَلِيْنَ ]
Penulis : Imam Nawawi
Penerbit: Pustaka Islam
Negara : Indonesia
Nomor Hadits : 
Halaman : 
===================



Mubarak,Faishal bin Abdul Aziz Alu. 2017. Riyadhus Shalihin dan Penjelasannya. Terjemahan oleh Arif Mahmud. et.al. Jakarta: Ummul Qura

Judul asli: Tathriz Riyadhus Shalihin
Penulis: Faishal bin Abdul Aziz Alu Mubarak. 
Judul terjemahan : Riyadhus Shalihin dan Penjelasannya
Penerjemah: Arif Mahmudi, et.al.
Kota Terbit: Jakarta Selatan
Penerbit: Ummul Qura
Tahun terbit : 2017
Halaman:
Nomor Hadits: 

==================


Imam An-Nawawi. 2010. Riyadhus Shalihin. Terjemhan oleh Thariq Abdul Aziz. Jakarta: Pustaka As-Sunnah

Buku terjemah : Riyadhus Shalihin
Penerjemah : Thariq Abdul Aziz Lc. MA.
Penerbit : Pustaka As-Sunnah 
Kota : Jakarta - Indonesia
Tahun : 2010
Judul asli : Riyadhus Shalihin min Kalam Sayyid al-Mursalin
Penulis : Imam an-Nawawi
Nomor Hadits :
Halaman : 
===================


Jumat, 30 Maret 2018

Hadits nomor 128 ( Jalan masuk surga ) الجامع الصغير في أحاديث البشير النذير

-
اِتَّقُواٱللّهَ، وَصَلُّواخَمْسَكُمْ، وَصُوْمُوا شَهْرَكُمْ، وَأَدَّوْا زَكَاةَ أَمْوَالِكُمْ طِيْبَةً بِهَا أَنْفُسِكُمْ، وَأَطِيْعُوا ذَاأَمْرِكُمْ، تَدْخُلُوا جَنَّةَ رَبِّكُمْ
-
Artinya
Takutlah kepada Allah, Shalatlah lima waktu, berpuasalah di bulan (ramadhan), tunaikanlah zakat harta kalian dengan kesenangan hati, taatilah pemimpin kalian, maka kalian akan masuk surga Tuhan kalian.

[HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim dari Abu Umamah, SHAHIH]
[Sumber: Hadits nomor 127 الجامع الصغير في أحاديث البشير النذير ]
[BOLEH DICOPY UNTUK DAKWAH]

=====

BACAAN UTAMA



Kamis, 29 Maret 2018

Hadits nomor 125 ( Menjaga shalat dan budak ) الجامع الصغير في أحاديث البشير النذير



Hadits nomor 125 ( Menjaga shalat dan budak )
-
اِتَّقُواٱللّهَ فِى ٱلصَّلَاةِ وَمَامَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ
-
Artinya:
Takutlah kalian kepada Allah dalam hal shalat dan budak yang kalian miliki.

[HR. Khatib dari Ummu Salamah, SHAHIH]
[Sumber: Hadits nomor 125 الجامع الصغير في أحاديث البشير النذير ]
[BOLEH DICOPY UNTUK DAKWAH]

======
BACAAN UTAMA


 Kitab: Jami’us Shaghir fi Ahadits al-Basyir an-Nadzir   [arab: الجامع الصغير في أحاديث البشير النذير ]
Penulis : Al-Hafidz Al-Imam Jalaluddin Abdur Rahman bin Abu Bakar As-SuyuthiAs [arab: جلال الدين السيوطي‎ ]
Penerbit: Maktabah Darul Ihya' Al-Kutub Al-'Arabiyyah
Negara : Indonesia
Bab : Huruf hamzah [  أ ]
Nomor Hadits : 124

Halaman : 8
Letak : Baris ke - 21
=======





Buku terjemah : Terjemahan Al-Jami`us Shaghier

Penerjemah : H. Nadjih Ahjad
Penerbit : PT Bina Ilmu
Kota : Semarang - Indonesia
Tahun : 1995
Bab :  Huruf hamzah [  أ ]
Nomor Hadits : 125
Jilid : I
Halaman : 65
Letak : Kanan atas



Hadits nomor 124 (Menjaga budak)

-
اِتَّقُواٱللّهَ فِيْمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ
-
Artinya:
Takutlah kalian kepada Allah dalam urusan budak yang kalian miliki.

[HR. Bukhari dalam Al-Adab dari Ali, SHAHIH]
[Sumber: Hadits nomor 123 الجامع الصغير في أحاديث البشير النذير ]
[BOLEH DICOPY UNTUK DAKWAH]

=====

SUMBER BACAAN

 Kitab: Jami’us Shaghir fi Ahadits al-Basyir an-Nadzir   [arab: الجامع الصغير في أحاديث البشير النذير ]
Penulis : Al-Hafidz Al-Imam Jalaluddin Abdur Rahman bin Abu Bakar As-SuyuthiAs [arab: جلال الدين السيوطي‎ ]
Penerbit: Maktabah Darul Ihya' Al-Kutub Al-'Arabiyyah
Negara : Indonesia
Bab : Huruf hamzah [  أ ]
Nomor Hadits : 123
Halaman : 8
Letak : Baris ke - 20
=======



Buku terjemah : Terjemahan Al-Jami`us Shaghier
Penerjemah : H. Nadjih Ahjad
Penerbit : PT Bina Ilmu
Kota : Semarang - Indonesia
Tahun : 1995
Bab :  Huruf hamzah [  أ ]
Nomor Hadits : 124
Jilid : I
Halaman : 65
Letak : Kanan atas

Rabu, 28 Maret 2018

Hadits nomor 121 (Bersikap adil kepada anak) الجامع الصغير في أحاديث البشير النذير

-
اِتَّقُوْٱ ٱللّهَ وَٱعْدِلُوا فِى أَوْلَادِكُمْ

Artinya
Takutlah kepada Allah dan bersikap adillah kepada anak-anak kalian.

[HR. Bukhari dan Muslim dari Nu`man bin Basyir, SHAHIH]

Penjelasan

Tidak adil kepada salah seorang anak bisa menimbulkan ketidaktaatan dan kecemburuan diantara anak-anak kita. Adil disini tentu saja dengan cara memberikan hak dan kewajiban mereka sesuai dengan porsinya masing – masing. Anak laki – laki tentu saja berbeda dengan anak perempuan dalam memperlakukan mereka.


[Sumber: Hadits nomor 120 الجامع الصغير في أحاديث البشير النذير ]
[BOLEH DICOPY UNTUK DAKWAH]
===

======

Sumber
-Imam Suyuthi. 2016. Al-Jami  Ash-Shaghir fi Ahadits al-Basyir an-Nadzir. Kairo: Darul Hadits. hlm.20 hadits nomor 00121

-Al-Munawi. Imam Abdurrouf. 2010. Faidhul Qodir Syarah Al-Jami' Ash-Shaghir. Kairo: Dar El-Hadits. Jilid.I. hlm.212. hadits nomor 00121

- Ash-Shan`ani. Imam Ash-Shan'ani. 2011. At-Tanwir Syarah al-Jami’ ash-Shaghir. Riyadh: Darus Salam, cet.1. Jilid  I. Hlm.322. hadits nomor 00121

- Al-Albani. Muhammad Nashiruddin. 2014. Shahih Al-Jami` Ash-Shaghir wa Ziyadah.  Terjemahan oleh Abdul Syukur Abdul Razzaq.  Jakarta: Pustaka Azzam. cet.1., Jilid. I, Hlm.124. hadits nomor 107.

- Imam Suyuthi. 1995. AL-Jami Ash-Shaghir fi Ahadits al-Basyir an-Nadzir. Jilid I. Terjemahan oleh Nadjih Ahjad. Surabaya: PT. Bina Ilmu. hlm.64. hadits nomor.00121

-Al-Bukhari. Al-Imam Al-Hafizh Abi Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Ibn Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Bukhari Al-Ju`fiy.2004. Shahih Al-Bukhari. Cairo: Darul Hadits. Jilid IV, Halaman 212, Hadits 2587.

-Al-Bukhari. Al-Imam Al-Hafizh Abi Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Ibn Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Bukhari Al-Ju`fiy.2004. Shahih Al-Bukhari. Terjemahan oleh Muhamad Iqbal, Lc. Jakarta: Pustaka As-Sunnah. Jilid V, Halaman 772, Hadits 2587.


- Al-Asqalani. Al-Hafizh Ahmad bin Ali bin Hajar. 2015. Fath Al-Bari bi Syarh Shahih Al-Bukhar. Cairo: Al-Maktabah As-Salafiah, cet.1. Jilid V, Halaman 211, Hadits 2587.

-Imam Suyuthi. 1995. AL-Jami Ash-Shaghir min Ahadits al-Basyir an-Nadzir. Terjemahan oleh Badrudin. Terjemah Al-Jami Ash-Shaghir Pembahasan Hadits Shahih Bukhari Muslim, Mangunreja: Googel Drive. 02-02-2020 https://drive.google.com/file/d/1KEkJaG3LDqyGuNez9QmgXcz47D-frDzu/view

Hadits nomor 120 ( cara memperlakukan binatang) الجامع الصغير في أحاديث البشير النذير


-
اِتَّقِ ٱللّهَ فِى ٱلْبَهَائِمِ الْمُعْجَمَةِ٬ فارْكَبُوْهَا صَالِحَةً وَ كُلوْهَا صَالِحَةً

Artinya
Takutlah kepada Allah dalam binatang - binatang bodoh / liar, Naikilah dengan baik dan makanlah dengan baik.

[HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Huzaimah dan Ibnu Hibban dari Sahl bin Handhaliyah, SHAHIH]
[ Sumber: Hadits nomor 120 الجامع الصغير في أحاديث البشير النذير ]
[BOLEH DICOPY UNTUK DAKWAH]

======

SUMBER BACAAN


Kitab: Jami’us Shaghir fi Ahadits al-Basyir an-Nadzir   [arab: الجامع الصغير في أحاديث البشير النذير ]
Penulis : Al-Hafidz Al-Imam Jalaluddin Abdur Rahman bin Abu Bakar As-SuyuthiAs [arab: جلال الدين السيوطي‎ ]
Penerbit: Maktabah Darul Ihya' Al-Kutub Al-'Arabiyyah
Negara : Indonesia
Bab : Huruf hamzah [  أ ]
Nomor Hadits : 119
Halaman : 8
Letak : Baris ke - 16
=======



Buku terjemah : Terjemahan Al-Jami`us Shaghier
Penerjemah : H. Nadjih Ahjad
Penerbit : PT Bina Ilmu
Kota : Semarang - Indonesia
Tahun : 1995
Bab :  Huruf hamzah [  أ ]
Nomor Hadits : 119
Jilid : I
Halaman : 64
Letak : KIRI ATAS

Senin, 26 Maret 2018

Hadits nomor 117 (Hari Kiamat) الجامع الصغير في أحاديث البشير النذير

-
اِتَّقِ ٱللّهَ يَاأَبَا الْوَلِيْدِ، لَاتَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِبَعيْرٍ تَحْمِلُهُ لَهُ رُغَاءٌ أَوْ بَقَرَةٍ لَهَا حُوَارٌ أَوْ شَاةٍ لَهَا ثُؤَاجٌ

Artinya
Takutlah kepada Allah Ya Abal waliid, janganlah kamu datang pada hari kiamat dengan memikul unta jantan yang melenguh, atau (memikul) seekor sapi yang menguak atau (memikul) seekor kambing yang mengembik.

[HR. Thabraani dari `Ubadah bin Shamit, SHAHIH]

[ Sumber: Hadits nomor 117 الجامع الصغير في أحاديث البشير النذير ]

Fathul Kabiir 208

 

٢٠٨ــ اتَّقِ الله يَا أَبَا الوَليدِ لَا تَأتِي يَوْمَ القِيامَةِ بِبَعيرٍ تَحْمِلُهُ وَلَهُ رُغَاءٌ أوْ بَقَرَةٍ لَها خُوَارٌ أوْ شاةٍ لَها ثُؤاجٌ (طب) عَن عبَادَة بن الصامِتِ (صح)ـ

208- Takutlah kepada Allah Ya Abal waliid, janganlah kamu datang pada hari kiamat dengan memikul unta jantan yang melenguh, atau (memikul) seekor sapi yang menguak atau (memikul) seekor kambing yang mengembik. (HR. Thabraani dari `Ubadah bin Shamit, SHAHIH)

=

Minggu, 25 Maret 2018

Hadits nomor 116 ( Jangan meremehkan kebaikan) الجامع الصغير في أحاديث البشير النذير

 

ــ اتَّقِ الله وَلَا تَحْقِرَنَّ مِنَ المَعْرُوفِ شَيْئاً، ولَوْ أَنْ تُفْرِغَ مِنْ دَلْوِكَ فِي إناءِ المُسْتَسْقِي، وأنْ تَلْقَى أخاكَ وَوَجْهُكَ إلَيْهِ مُنْبَسِطٌ، وإِيَّاكَ وإسْبالَ الإزارِ فإِنَّ إسْبالَ الإزَارِ مِنَ المَخِيلَةِ وَلَا يُحِبُّهَا الله، وإنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وعَيَّرَكَ بِأمْرٍ لَيْسَ هُوَ فِيكَ فَلَا تُعَيِّرْهُ بِأمْرٍ هُوَ فِيهِ ودَعْهُ يَكُونُ وَبَالُهُ عَلَيْه وأجْرُهُ لَكَ، وَلَا تَسُبَّنَّ أحَداً (الطَّيَالِسِيّ حب) عَن جَابر بن سليم الهُجَيْمِي (صح)ـ

116- Takutlah kepada Allah dan janganlah kamu meremehkan suatu kebaikan, walaupun kamu hanya menuangkan air dari embermu kepada bejana orang yang meminta minum, ataupun kamu bertemu saudaramu dengan muka berseri-seri. Janganlah kamu memanjangkan sarung/kain karena sesungguhnya memanjangkan sarung adalah sebagian dari kesombongan dan tidak disukai Allah. Jika seseorang mencaci dan mencelamu pada sesuatu yang kamu tidak terlibat maka kamu jangan mencacinya dengan sesuatu yang dia terlibat dengannya. Tinggalkanlah dia dan dia akan memikul dosanya dan kamu akan memperoleh pahala karenanya. Dan janganlah kamu mencaci seseorang. (HR. Thayaalisi dan Ibnu Hibban dari Jabir bin Al-Hujaimi. SHAHIH)

Banyak orang telah membicarkan takwa dan hakekat takwa adalah membersihkan hati dari kotoran hati dan membersihkan badan dari dosa, jika mau, katakanlah takwa adalah takut terjerumus dalam larangan Allah swt.

Jangan pernah menganggap remeh kebaikan, sekecil apapun kebaikan terebut. Seperti ketika berbuat baik kepada orang lain dan bahkan kepada semua mahluk Allah selain manusia.

Janganlah kamu memanjangkan sarung/kain (isbal) karena sesungguhnya memanjangkan sarung (isbal) adalah sebagian dari kesombongan dan tidak disukai Allah (tidak diridhai Allah swt). Hukum isbal adalah haram jika bertujuan sombong dan makruh jika tanpa tujuan sombong. Sedangkan untuk perempuan diperbolehkan sekedar bisa menutupi kedua kakinya.